Jumat, 01 Januari 2016

Apa Itu Black Hole?

Setiap malamya kita melihat langit yang penuh bintang, tapi itu bila keadaan langit sedang cerah. Tapi taukah anda ada objek misterius di balik langit tersebut. Perkenalkan Black Hole, objek yang berada di seluruh alam semesta tetapi masih misteri sampai saat ini. terlalu seriusnya kita sering mendengar pertanyaan mengapa black hole bisa terjadi dan apa black hole itu sebenarnya?. 



Black Hole secara teknis adalah sebuah ruang di angkasa yang memiliki gaya grafitasi yang sangat sangat sangat sangat kuat. Black Hole terdiri dari atas bagian disebut sebagai SINGULARITY, Singularity adalah pusat dari black hole, dan ada juga yang di sebut sebagai EVENT HORIZON, di bagian luar black hole. Di bangian Singularity ini masih sangat misterius dan tidak di ketahui apa isinya, sedangkan Event Horizon adalah wilayah lyang memiliki gaya grafitasi yang sangat kuat, saking kuatnya objek yang ada di Event Horizon tak akan ada yang bisa kabur dari hisapannya menuju ke dalam Singularity, termasuk cahaya objek paling cepat  di alam semesta kita. Karenatidak adanya cahaya di sekitarnya, akibatya Black Hole tidak dapat terlihat.

Gambar Black Hole Menyimpangkan Cahaya.

Lalu jika Black Hole itu tidak terlihat bagaimana caranya untung mengetahui Black hole itu berapada, kita bisa mengetahuinya dengan melihat efek dari grafitasi Black Hole tergadap objek langit di sekitarnya, dan Black Hole mampu menyimpangkan cahaya , membuat kita dapat medeteksinya, selain itu Black Hole juga dapat di deteksi dengan cara mengamati oebit ruang angkasa, yang seringkali mempunyai orbit yang aneh karena terpengaruh Black Hole di sekitarnya.
Lalu apa yang terjadi jika kita masuk kedalam Black Hole?. Pendeknya kita akan mengalami sebuah fenomena yang di sebut oleh para peneliti sebagai SPAGHETTIFICATION, yang mana tubuh kita akan hancur lebur dan bersatu dengan Singularity atau inti Black Hole. 

Contoh gambar Spaghettification, dan alasan mengapa namanya Spaghettification.


Black Hole itu terbentuk dari bintang yang telah kehabisan "Bahan Bakar". coba kita bayangkan bintang yang sangat sangat sangat sangat besar melebihi matahari, faktanya matahariadalah bintang terkecil yang ada di alam semesta, dan bila bintang besar yang kehabisan bahan bakarnya. lama kelamaan akan runtuh terhadap grafitasinya sendiri, menjadi satu titik yang bernama Singularity, dan terciptalah Black Hole. 


Fakta uniknya, secara matematis kita juga dapat menjadi Black Hole, dengan memadatkan diri kita, dengan asumsi tubuh kita adalah 70 kilogram, menjadi 1 yoctometer yang pastinya sangat sangat sangat sangat kecil, kita telah menjadi Black Hole, begitu juga dengan dengan bumi kita, dan memadatkannya sebesar kacang, bumi juga akan menjadi Black Hole. Tapi jangan khawatir, secara alami kita tidak akan menjadi Black Hole karena Grafitasi kita yag sangat kecil.

Gambar perbandingan bintang dan matahari.


Jadi Setelah membaca artikel ini membuat anda menjadi makin penasaran dengan alam semesta kita yang menabjukan ini, tetaplah bersyukur, dan janganlah sombong karena bintang yang terkecil di alam semesta kita ini adalah bintang terkecil, bila matahari sudah kita anggap besar, lalu seberapa kecil kita dengan bintang yang lain?. Dan seperti biasa terimakasih.

Kenapa Bumi Bulat, Tidak Kotak?



Kenapa Bumi itu Speroid tidak kotak? ini seperti pertanyaan yang bodoh, tapi justru banyak dari kita yang menerima mentah mentah mengapa bumi itu berbentuk bulat tidak kotak, 







Hal yang menyebabkan Bumi itu Spheroid pendeknya adalah Grafitasi, semua yang mempunyai masa di dunia ini pasti punya grafitasi termasuk mobil, pohon, dan kitatentunya. Dalam hukum Grafitasi masa menarik masa lainnya, itu sebabnya mengapa Bumi mengorbit matahari dan bulan mengorbit Bumi, karena masa yang saling menarik. ketika Bumi baru terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu material debu dan gas saling menarik untuk membentuk Bumi, yang menjadikan bumi sebagai planet yang solit, tapi kenapa bentuknya Speroid bukan persegi?. Karena lingkaran bentuk yang paling efisien bagi material untuk saling menarik, sedangkan persegi memiliki sudut sudut yang lebih jauh di jangkau oleh grafitasi, maka secara natural seluruh planet di alam semesta pasti berbentuk lingkaran. namun timbul juga pertanyaan jika bumi bulat di karenakan grafitasi tapi mengapa mobil, pohon dan manusia tidak?. padahal mereka juga punya grafitasi?, jawabanya karena grafitasi mereka tidak sebesar bumi, jadi sangat mungkin bagi mereka memiliki sudut lancit seperti persegi, begitu juga asteroid jarang memiliki bentuk bulat, karena karena tarikan grafitasi mereka tidak sebesar bumi, oleh karena itu Spheroid adalah salah satu syarat bahwa objek langit itu dapat di sebut planet atau tidak.



Tapi setelah melihat artikel ini bukan berarti memiliki grafitasi yang kuat, jadi jangan salahkan Bakso dan bola basket yang di sangka mempunyai grafitasi yang kuat karena memiliki grafitasi yang bulat, dan seperti biasa Terimakasih.